Beranda blog Halaman 1107

Jenderal Sigit Sebut Turnamen Bulutangkis Kapolri Cup Pintu Masuk Mengikuti Kejuaraan Nasional dan Internasional

0

Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut para juara di turnamen bulutangkis “Kapolri Cup Badminton Championship 2024” berpeluang untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional dan internasional. Hal itu diungkapkan Jenderal Sigit usai menghadiri penutupan turnamen tersebut di Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta, Pulogadung Jakarta Timur, Sabtu (27/7/2024).

 

 

 

 

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini mengungkapkan bahwa turnamen bulutangkis ini merupakan salah satu event yang diperhitungkan oleh Persatuan Bulutangki Seluruh Indonesia (PBSI). Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi bagian pembinaan oleh PBSI. Para pemenangnya, selain poin juga mendapatkan rangking nasional.

 

 

 

 

“Alhamdulillah menjadi salah satu event yang diperhitungkan oleh PBSI sebagai bagian pembinaan dari olahraga bulutangkis, sehingga para pemenangnya mendapatkan kredit poin untuk menambah nilai dalam menentukan tahapan-tahapan berikutnya pada saat mengikuti event-event nasional maupun internasional,” kata Kapolri kepada wartawan.

 

 

 

 

Dirinya berterima kasih atas atensi tersebut yang diberikan oleh pihak PBSI. Sehingga harapan Jenderal Sigit, event bulutangkis dalam rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-78 bisa menjadi ajang untuk pembinaan para atlet-atlet muda.

 

 

 

 

“Tentunya harapan kita ini bisa mendorong dan mendukung olahraga badminton di tanah air kita semakin baik apalagi atlet kita sedang mengikuti olimpiade semoga berhasil menjadi juara,” kata Kapolri.

 

 

 

 

Sebelumnya, Penanggung Jawab Kapolri Cup Badminton Championship 2024, Irjen Argo Yuwono mengatakan, bahwa turnamen yang digelar sejak 22 Juli hingga 27 Juli 2024 telah selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 1.038 peserta yang terdiri dari peserta umum sebanyak 480 orang dengan kelompok umur 15, 17 dan 19 tahun. Sedangkan untuk Polri diikuti oleh 62 regu dengan total 558 anggota dari satker Mabes Polri dan Polda jajaran.

 

 

 

 

“Kegiatan even ini kolaborasi Polri bersama PBSI yang bertujuan untuk menyiapkan talenta-talenta muda agar terus berkembangnya potensi meraih prestasi serta industri olahraga bulutangkis hingga ke pelosok-pelosok negeri,” kata Irjen Argo yang menjabat sebagai Aslog Kapolri.

 

 

 

 

Argo mengatakan para perserta umum yang menjadi juara mendapatkan poin dari PBSI. Sementara pertandingan dari Polri yang dipertandingkan dengan kategori beregu putra ini, para juara selain mendapat sertipikat juga medali emas, perak dan perunggu. Para juara dalam turnamen ini mendapatkan uang pembinaan.

 

 

 

 

“Saya mendapatkan informasi dari PBSI bahwa kejuaran ini yang diikuti Polri atletnya akan terdaftar di PBSI. Para pemain ini akan mengikuti kejuaran resmi kelompok umur dewasa di tingkat nasional dan memperoleh poin dan rangking. Saya selaku penanggung jawab ucapkan terima kasih kepada panitia, PBSI dan sponsor sehinga bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

 

 

 

 

Turut hadir sejumlah pejabat utama Mabes Polri di antaranya Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran, Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada dan Asops Kapolri Irjen Verdianto Iskandar Bitticaca. Selain itu, penutupan Kapolri Cup Badminton Championship 2024 juga hadir ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan atau yang dijuluki The Daddies.

Kapolri Buka National Open Karate Championship di Pakansari Bogor

0

Bogor — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka perlombaan karate bertajuk ‘National Open Karate Championship’. Pembukaan digelar di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/7/2024), Jenderal Sigit tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB. Setiba di lokasi, dia langsung duduk di tempat yang telah disediakan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus, Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, serta pejabat Polri lainnya.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya. Kemudian, pembacaan terkait acara perlombaan tersebut. Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol dimulainya perlombaan.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan kesenian. Lalu dilanjutkan dengan demonstrasi penampilan dan pertandingan karate.

Pada kesempatan penampilan itu, Jenderal Sigit sempat berperan sebagai juri karate. Dia terlihat memimpin pertandingan dua anak yang bertanding.

Polri Berhasil Ungkap Ribuan Kasus, Mulai dari Judi hingga TPPO

0

Polri telah melakukan pengungkapan kasus tindak pidana sebanyak 1.546 kasus sepanjang periode 19-26 Juli 2024. Adapun kasus yang diungkap yakni mulai dari narkoba, perjudian, TPPO, penyakit masyarakat (pekat), tindak pidana ringan (tipiring) dan kasus yang menarik perhatian masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kasus narkoba sebanyak 178. Lalu perjudian baik online maupun konvensional sebanyak 38 kasus.

“Untuk kasus persetubuhan 17 kasus, pencabulan, 31 kasus dan senjata tajam 30 kasus,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 Juli 2024.

Sementara untuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diungkap ada 4 kadus dan 325 tindak pidana ringan (tipiring) diungkap.

Adapun beberapa kasus yang menarik perhatian masyarakat seperti pembunuhan ada 30 kasus. Pencurian biasa 37 kasus, pencurian dengan pemberatan 36 kasus dan pencurian dengan kekerasan 17 kasus.

“Kasus penganiayaan ada 67, illegal loging satu kasus, illegal mining 2 kasus dan illegal drilling satu kasus,” katanya.

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ada 50, miras 8 kasus dan penemuan mayat 7 kasus. Lalu penemuan mayat 7 kasus, kebakaran 3 kasus, pengerusakan 5 kasus, fidusia 2 kasus, kecelakaan lalu lintas 35 kasus dan teguran simpatik lalu lintas 500.

“Kasus uang palsu satu kasus, pengeroyokan 14 kasus dan KRDT sebanyak 5 kasus,” ucapnya.

Peraih Medali Emas Karate O2SN Dunia Kejar Cita-cita Jadi Polwan

0

SSDM POLRI — Calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Salma Aulia menunjukkan bakat bela diri karate ‘Kata’ saat tes Pemeriksaan Penampilan tingkat pusat. Perempuan 18 tahun ini ternyata sudah malang-melintang di ajang kejuaraan karate baik nasional maupun internasional sejak di bangku SMP.

“Ini kali pertama saya daftar Akademi Kepolisian,” ujar Salma usai mengikuti tes Rikpil di Gedung Paramartha, Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (26/7/2024).

Salma mengatakan awalnya gugup saat masuk lokasi tes Rikpil, Gedung Serbaguna Akpol, karena pemeriksa merupakan para perwira tinggi (pati) Polri. Namun setelah di para pati di hadapannya, Salma menguatkan mental untuk tampil percaya diri.

“Ini kali pertama saya melaksanakan tes Rikpil dan awalnya bener-bener tremor banget tangannya. Tapi pas waktu jenderal tepat di hadapan mata saya, saya harus yakin dengan diri saya bahwa saya mampu menunjukkan kemampuan terbaik saya,” ucap Salma.

Alumnus SMAN 13 Jakarta Utara (Jakut) ini mengatakan sejak kecil bercita-cita jadi polisi karena pertama kali mengenal karate di dojo Polsek Koja Jakut. Tak hanya latihan karate, dia menceritakan personel Polsek Koja juga melatihnya baris-berbaris untuk menjadi bagian dari pasukan polisi cilik.

“Cita-cita awal (jadi polwan) karena sejak kecil saya juga pernah jadi polisi cilik, saya dilatih baris-berbaris di Polsek Koja. Jadi dulu dojo pertama saya di Polsek Koja. Selain karate, saya diajakin jadi polisi cilik, yang isinya tuh teman-teman karate semua,” cerita dia.

Meski masih berstatus atlet pelatnas kategori pelajar, Salma sudah dipercaya untuk melatih karate anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Salma bersama karateka senior melatih anak-anak yang masih sabuk putih, kuning dan hijau. Salma menuturkan karateka cilik yang dilatihnya sekitar 20 orang.

“Dulu sempat niat target masuk pelatnas senior, cuma kan alhamdulillah sudah capai target jadi atlet pelatnas, walaupun kategori pelajar. Dan alhamdulillah sudah jadi pelatih di dojo dekat rumah, Dojo Warakas. Jadi saya ikut dua dojo, Dojo Renzo yang untuk saya latihan dan Dojo Warakas untuk ngelatih,” terang Salma.

Salma optimis dirinya lolos seleksi tingkat pusat taruna-taruni Akpol 2024. Dia berterima kasih karena kedua orang tuanya mendukung bakat dan cita-citanya.

“Pekerjaan ibu hanya ibu rumah tangga, kalau ayah pekerjaannya tidak tetap, seperti bantu jual mobil bekas. Walaupun saya bukan dilahirkan dari keluarga anggota Polri, tapi saya yakin dan percaya saya bisa menjadi salah satu anggota Polri. Dan alhamdulillah orang tua juga ngedukung,” pungkas Salma.

Berikut sejumlah kejuaraan karate yang dijuarai Salma:
2018
– Juara 1 Kumite Beregu Kejuaraan LBW Open Kalimantan Timur
2019
– Juara 1 SMP Putri Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) tingkat Nasional
– Juara 1 Kata Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Luxembourg
– Juara 1 Kumite Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Luxembourg
– Juara 3 Kumite Kejuaraan Thailand Open di Thailand

2023
– Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Silent Knight di Malaysia
– Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Surabaya Open
– Juara 1 Kumite Kejuaraan Internasional Piala Raja di Daerah Istimewa Yogyakarta
– Juara 1 Kumite Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Portugal
– Juara 2 Kata Kejuaraan Dunia Pelajar O2SN di Portugal

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2024 Digelar di JCC, Hadirkan 500 Lebih UMKM

0

Jakarta – Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari, menggelar Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada 24-28 Juli 2024.

Kegiatan ini bertemakan ‘UMKM Bhayangkati Sebagai Penopang Ketahanan Ekonomi Keluarga Menuju Indonesia Maju’. Dengan tujuan agar mendorong UMKM Bhayangkari terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya.

Tercatat lebih dari 500 UMKM dari Bhayangkari seluruh Indonesia ikut berpartisipasi. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fashion.

Tak hanya berbagai pilihan produk di bazar, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai edukasi dan hiburan.

Seperti penyanyi papan atas Marcello Tahitoe yang telah unjuk gigi di tengah pengunjung pada Kamis (25/7). Selain itu ada berbagai workshop dan pelatihan.

Adapun lokasi persis bazar ini bertempat di hall A dan B JCC. Pengunjung bisa mengunjungi bazar mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

Panitia juga arahkan peserta dan tamu jika membawa kendaraan pribadi akan disediakan parkir di Elevated Parking GBK dan Parkir Timur.

Regina Ikut Seleksi Akpol Demi Pendidikan Gratis, Tak Mau Bebani Ortu

0

SSDM POLRI — Regina Anugerahanni Rosari, calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) asal pengiriman Polda Lampung tiga kali mengikuti seleksi taruna-taruni Akpol. Dia mengatakan tujuannya masuk Akpol ingin mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik secara gratis, sehingga tak lagi membebani kedua orang tuanya.

“Ini tahun ketiga daftar Akpol, tahun terakhir. Saya ingin mendapat pendidikan gratis sehingga tidak lagi membebani orang tua terkait dengan biaya pendidikan dan biaya sehari-hari selama pendidikan. Saya juga ingin punya pekerjaan yang tetap,” ujar Regin, sapaan akrabnya, kepada SSDM POLRI di Gedung Fasdik Lama, Flat Taruni, Resimen Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (27/7/2024).

Regin mengatakan keluarganya sederhana. Ayahnya sempat bekerja sebagai satpam, namun kini bekerja di pabrik pakan udang, sementara ibunya pedagang sembako di Pasar Beringin, Bandar Lampung.

“Ayah saya dulu satpam, tapi pensiun jadi satpam, sekarang kerja di pabrik pakan udang. Kalau ibu saya pedagang sembako di pasar, toko biasa, toko kecil,” kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Perempuan 20 tahun yang hobi menulis dan olahraga tinju ini juga mengungkapkan alasan lainnya sehingga dia bersikeras tiga kali ikut seleksi Akpol, yakni karena ingin menuangkan ide-idenya terkait pelayanan masyarakat.

“Kenapa mau jadi perwira? Karena lebih mudah untuk menuangkan sebuah ide. Bisa mengaplikasikan idenya, bukan sekadar hanya yang terima perintah saja. Lewat pendidikan di sini saya bisa berguna untuk banyak orang, karena memang inti dari tugas polisi kan melayani dan melindungi masyarakat. Polisi kan tugasnya bersentuhan langsung ke masyarakat,” beber dia.

Regin menyebut modalnya untuk masuk Akpol hanya kegigihan. “Dapat dibuktikan dari saya mencoba tiga kali. Tahun pertama saya ranking 3, tahun kedua saya ranking 2, dan ini tahun ketiga saya ranking 1 panitia daerah, Puji Tuhan,” ucap dia.

Soal kegigihan, Regin membeberkan persiapannya untuk mengikuti seleksi Akpol ketiga kalinya adalah dengan menambah porsi belajar dan latihan jasmani. Termasuk berlatih tinju untuk persiapan tahap Pemeriksaan Penampilan (Rikpil).

“Karena ini tahun ketiga, saya tambah itu porsi belajarnya. Ikut les nggak cuma di 1 tempat. Les psikologi ada 2, les academik ada beberapa offline dan online. Untuk jasmaninya pagi lari, sore renang, terus malem nanti kalau ada class boxing saya boxing dulu,” jelas Regin.

Tiga kali mengikuti seleksi Akpol, perempuan yang pernah menyabet Juara I Kejuaraan Tinju Amatir tingkat Provinsi Lampung ini berpendapat rangkaian pemeriksaan dan tes dijalaninya dengan adil dan terbuka. Regin sadar ada beragam komentar soal seleksi Akpol yang muncul di masyarakat, namun pendapatnya berdasarkan pengalaman pribadinya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggaraan seleksi taruna-taruni Akpol atas terselenggaranya sistem seleksi yang humanis, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemarin itu jasmani semuanya udah pake sensor semua, menurut saya ini bagus, itu ke itu berlaku untuk semua peserta,” ucap Regin.

“Dan sebelum tes pakai alat, selalu ada gladibersihnya untuk kita. Lalu saat CAT, soalnya diacak dan nilainya langsung muncul setelah selesai. Jadi saya tutup telinga saja sih kalau ada yang nakut-nakutin ini-itu, karena saya pribadi tidak mengalami itu. Kalau saya alami, tidak akan saya mau tiga kali berusaha masuk Akpol,” pungkas dia.