Beranda blog Halaman 133

Junjung HAM, Polres Bontang Pastikan Tahanan Sehat Sebelum ke Lapas

0

Bontang — Polres Bontang menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) melalui pemeriksaan kesehatan terhadap para tahanan sebelum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Bontang pada Senin, 19 Januari 2025, pukul 10.00 Wita hingga selesai, bertempat di Klinik Polres Bontang, sebagai bagian dari prosedur standar dan perlindungan hak dasar tahanan.

Kegiatan ini melibatkan dr. Made Mela bersama tenaga medis Sidokkes dan staf Tahti Polres Bontang. Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 orang tahanan, seluruhnya dinyatakan dalam kondisi sehat dan siap dipindahkan ke Lapas.

Kasi Humas AKP Dany menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan tahanan merupakan bentuk nyata kepolisian dalam memastikan penegakan hukum berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

> “Setiap tahanan tetap memiliki hak dasar, salah satunya hak atas pelayanan kesehatan yang layak, dan ini wajib kami penuhi”.

Pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga dilaksanakan secara profesional, humanis, dan berkeadilan sesuai prinsip HAM.

Humas Polres Bontang

Jejak Digital Bongkar Pencurian Laptop di Muara Badak, Pelaku Diamankan Polisi

0

Bontang — Pemanfaatan jejak digital kembali membuahkan hasil. Unit Reskrim Polsek Muara Badak Polres Bontang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah salah satu barang hasil curian terdeteksi diperjualbelikan melalui marketplace.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 Wita, di sebuah rumah di Jalan Poros Samarinda – Bontang Km 46 RT 04. Korban berinisial M (35) melaporkan kehilangan satu unit laptop ACER, Chromebook ACER, dan handphone OPPO Reno 10. Hasil penyelidikan Tim mengarah kepada terduga AG (34) setelah korban melihat barang miliknya yang hilang di unggah di platform marketplace, hingga terduga diamankan tim pada Senin (19/1/2025).

Kapolsek Muara Badak Iptu Danang menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil respons cepat atas laporan dan informasi masyarakat.

> “Kami menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, termasuk melalui pemantauan aktivitas jual beli di media sosial. Terduga pelaku telah diamankan berikut barang bukti, dan saat ini proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum”.

Humas Polres Bontang

Brimob Polda Sumut Gelar Edukasi dan Trauma Healing untuk Anak TK Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan

0

Sumatera Utara – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C melaksanakan kegiatan edukasi dan trauma healing kepada anak-anak TK ABA Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak agar mereka dapat kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta memulihkan semangat belajar pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta interaksi yang menyenangkan. Selain itu, diberikan pula edukasi dasar mengenai langkah-langkah sederhana menyelamatkan diri saat terjadi bencana banjir.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

“Trauma healing yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak-anak korban bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, tenang, dan dapat menjalani aktivitas belajar seperti sediakala,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, pemulihan psikologis anak-anak pascabencana menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak terus dibayangi rasa takut dan cemas.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk bersekolah,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang digelar oleh personel Brimob.

Melalui program edukasi dan trauma healing ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru dapat pulih secara mental dan emosional, merasa lebih aman, serta kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan keceriaan.

Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

0

Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.

Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.

“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.

“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

0
Tamiang. Hari ini, Senin 19 Januari 2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.
Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.
“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.
Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.
“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.
Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.
“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.
“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.
Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.
Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.
Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.
Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:
Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :
1.KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2.BPKB asli atau fotokopi.
3.Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4.Cek fisik kendaraan bermotor.
5.Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.
Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :
1. Mengisi formulir permohonan.
2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:
– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;
– BPKB hilang akibat dampak bencana.
4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.
5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.
Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :
1. Mengisi formulir permohonan.
2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
3. BPKB yang rusak.
4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.
5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.
Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Sentuhan Kemanusiaan di Pos Sinak: Brimob Hadir Menjaga Kesehatan dan Harapan Warga

0

SINAK – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah Pos Sinak, kehadiran personel Brimob Polri (11/01/26) menjadi fase harapan bagi masyarakat setempat. Tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, pasukan Brimob menunjukkan wujud nyata pengabdian melalui pelayanan kesehatan langsung kepada warga, mulai dari pemberian obat anti nyeri, vitamin, hingga antibiotik sesuai kebutuhan medis.

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, personel Brimob melayani warga secara menyeluruh, khususnya anak-anak dan para lansia yang rentan terhadap gangguan kesehatan. Setiap interaksi dilakukan dengan sikap ramah dan profesional, mencerminkan komitmen Brimob dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di daerah penugasan.

Kegiatan ini bukan hanya bagian dari pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi jembatan sosial yang mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran Brimob di tengah warga menghadirkan rasa aman yang utuh, tidak hanya melalui penjagaan stabilitas wilayah, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan.

Salah satu warga berinisial A, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian tersebut. Ia menuturkan bahwa perhatian yang diberikan personel Brimob membuat masyarakat merasa tidak sendiri. “Kami merasa diperhatikan. Brimob datang bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli dengan kesehatan kami. Ini sangat berarti, terutama bagi orang tua dan anak-anak di kampung,” ujarnya dengan haru.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polri menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di Pos Sinak, pengabdian itu hadir dalam bentuk sederhana namun bermakna, menyentuh langsung kehidupan warga dan menumbuhkan kepercayaan yang kuat antara aparat dan masyarakat.