Beranda blog Halaman 145

Akses Jalan Rusak, Polres Aceh Tengah Pastikan Bantuan dan Perhatian Sampai ke Warga Terpencil

0

Aceh Tengah — Jumat, 9 Januari 2026, pascabencana hidrometeorologi yang merusak infrastruktur jalan dan mengisolasi sejumlah kampung di Kecamatan Bintang, Polres Aceh Tengah terus hadir menyalurkan bantuan dan melakukan pendampingan pascabencana. Upaya ini dilakukan dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah terpencil yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses.

Dipimpin langsung Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., tim bergerak sejak pukul 10.00 WIB dari Mapolres Aceh Tengah. Sebanyak ±40 unit kendaraan roda dua khusus trail dikerahkan, terdiri dari 20 unit personel Polres Aceh Tengah dan 20 unit dari Komunitas Trail “Tragong” Aceh Tengah. Setiap kendaraan membawa bantuan untuk warga berupa 120 paket sembako, 450 potong pakaian layak pakai, 150 handuk, 300 set perlengkapan sekolah, serta 300 jaket.

Kerusakan jalan akibat bencana membuat jalur yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar satu jam, kini harus dilalui selama sekitar tujuh hingga delapan jam menggunakan sepeda motor trail. Sepanjang perjalanan, tim melewati jalan sempit yang terputus, tanjakan dan turunan terjal, permukaan jalan yang licin akibat lumpur, serta sejumlah titik longsor. Di beberapa lokasi, jalur hanya dapat dilalui dengan kehati-hatian tinggi karena diapit jurang di sisi kiri dan kanan.

Setelah menempuh perjalanan panjang, rombongan tiba di titik pertama, Kampung Jamur Konyel. Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat dengan rincian 40 paket sembako, 150 potong pakaian, 50 handuk, 100 set perlengkapan sekolah, dan 100 jaket. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kampung Atu Payung dan Kampung Serule, dengan jumlah bantuan yang sama di setiap kampung.

Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang rusak. Sementara itu, anak-anak telah mulai kembali bersekolah, meskipun sarana dan mobilitas belum sepenuhnya pulih. Penyaluran perlengkapan sekolah dilakukan untuk membantu anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar di tengah kondisi pascabencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi warga tetap terpantau.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit. Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” ujar Kapolres.

Selain penyaluran logistik, personel Polres Aceh Tengah juga menyempatkan diri menyapa warga, mendengarkan keluhan, serta memastikan situasi keamanan dan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil.

Usai seluruh bantuan tersalurkan, tim kembali menuju Mapolres Aceh Tengah dan tiba pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.

Kapolres Aceh Tengah berharap adanya percepatan pembukaan kembali akses jalan, pemulihan sarana komunikasi dan penerangan, serta dukungan layanan kesehatan terpadu agar masyarakat di wilayah terpencil dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

0

Aceh Tengah, 11/1/2026
Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu (10/1/2026), bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu. Bagi warga setempat, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang sempat sulit diperoleh setelah bencana merusak sarana dan prasarana desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi kampung mereka.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih layak dan sehat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ungkap Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.
“Airnya sudah mengalir dengan lancar dan jernih. Ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang membuat banyak fasilitas rusak,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Seleksi Ketat SMA Kemala Taruna Bhayangkara, 14.582 Pelajar Berebut 180 Kursi

0

JAKARTA — Sebanyak 14.582 pelajar terbaik dari seluruh penjuru Indonesia mengikuti Nusantara Standard Test (NST) sebagai bagian dari rangkaian seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Seleksi ini menjadi tahapan awal untuk menjaring calon siswa unggulan yang akan dibina melalui sistem pendidikan berasrama berstandar nasional.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan semangat ribuan pelajar yang mengikuti seleksi tersebut. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat, transparan, dan berjenjang.

“Hari ini saya menyaksikan langsung semangat 14.582 pelajar terbaik dari seluruh Indonesia yang mengikuti Nusantara Standard Test (NST) dalam seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Dari ribuan peserta ini, hanya 180 siswa yang akan terpilih melalui proses seleksi nasional yang transparan dan berjenjang,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Menurutnya, seleksi NST tidak semata-mata mengukur kemampuan akademik, namun juga menilai aspek karakter, integritas, kesiapan mental, serta kondisi fisik para peserta. Hal ini sejalan dengan visi SMA Kemala Taruna Bhayangkara dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berakhlak kuat.

“Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kesiapan mental, dan fisik. Dukungan lintas sektor yang kuat menjadi bukti komitmen bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan nasional yang mampu melahirkan calon pemimpin masa depan bangsa, dengan landasan nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan integritas yang kuat.

Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem, Kembali Salurkan Bantuan ke Kampung Terisolir di Kecamatan Bintang

0

Aceh Tengah – Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan memimpin langsung kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Pada Jumat, 9 Januari 2026.

Tiga kampung yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule. Hingga saat ini, ketiganya masih terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang merusak akses jalan utama.

Untuk menjangkau lokasi, Kapolres bersama rombongan harus menembus medan ekstrem dan jalan rusak parah menggunakan sepeda motor trail. Rombongan berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Kampung Serule pada pukul 18.10 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana.

Layanan kesehatan didukung tim medis gabungan yang terdiri dari Dokter Polisi Pusdokkes Polri, Tim Medis Polres Aceh Tengah, serta personel Kesehatan Lapangan BKO Brimob Polda Aceh. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan vitamin diberikan sesuai kebutuhan warga.

Kehadiran Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak, di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pascabencana. Kapolres AKBP Muhammad Taufik bersama IPDA Monang Parlindungan Ambarita turut menyapa dan menghibur warga serta anak-anak sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolres Aceh Tengah menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.

“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolir tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah telah menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor. Polres Aceh Tengah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi masyarakat serta akses wilayah kembali normal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tengah, para Pejabat Utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang, personel Polres dan Polsek Bintang, serta BKO Brimob Polda Aceh.

Cegah Risiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir

0

Aceh Selatan— Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol pada Sabtu (10/1). Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.

Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.

Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.

“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.

Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:

– Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.

– Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Tim SAR Korpolairud Bantu Warga Batang Anai Lewat Pembuatan Sumur Bor

0

Padang Pariaman — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan komitmen hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Tim SAR Korpolairud Polri melaksanakan kegiatan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, tepatnya di Kecamatan Batang Anai.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan 28 personel gabungan dari Direktorat Polisi Perairan, Direktorat Polisi Udara, serta tenaga kesehatan Korpolairud. Seluruh personel didukung peralatan SAR darat dan air, serta sarana prasarana inventaris Polres Padang Pariaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel. Selanjutnya, tim melaksanakan pengoperasian dapur lapangan atau manase untuk memenuhi kebutuhan logistik personel BKO yang bertugas di lokasi bencana. Selain itu, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat, Tim SAR Korpolairud juga melakukan pembuatan sumur bor di wilayah Batang Anai guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan.

“Polri tidak hanya fokus pada pencarian dan penyelamatan korban, tetapi juga berupaya membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Pembuatan sumur bor ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih dan meringankan beban mereka,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bentuk komitmen institusi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di saat-saat sulit akibat bencana alam.

“Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat segera bangkit,” pungkasnya.