Beranda blog Halaman 195

Binrohtal Warga Binaan Rutan Polres Bontang: Menjemput Hidayah, Meraih Berkah

0

Bontang – Kamis, 11 /12 / 2025, jam 09.00 Wita, telah dilaksanakan giat rutin “Binrohtal kepada warga binaan di Rutan Polres Bontang”. Kegiatan Binrohtal diisi oleh penceramah Ustadz Ubaidillah dari LDNU Kota Bontang, dengan materi ceramah “MENJEMPUT HIDAYAH MERAIH BERKAH”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis, bekerjasama dengan Badan Dakwah LDNU Kota Bontang, sebagai motivasi untuk menambah iman dan taqwa bagi para tahanan di Rutan Polres Bontang selama menjalani proses hukum yang sedang dihadapi.

Tujuan kegiatan ini adalah agar para penghuni tahanan Polres Bontang semakin bertambah ketaqwaannya kepada Tuhan YME, dan tidak mengulangi perbuatannya setelah menjalani proses pidana.

Hadir dalam giat tersebut Kasat Tahti Polres Bontang IPDA SAMURI, S, H, Banit Barbuk Sat Tahti Polres Bontang BRIPDA BAYU EKA, Personil Jaga Tahanan Polres Bontang, dan Penghuni rutan Polres Bontang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi Rutan aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para tahanan dalam menjalani proses hukum dan meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Tuhan YME.

Humas Polres Bontang

Penuh Duka dan Penghormatan, Polda Sumbar Antar 24 Korban Bencana ke Peristirahatan Terakhir

0

Dengan suasana duka yang mendalam, Polda Sumatera Barat mengantarkan 24 jenazah korban bencana alam ke peristirahatan terakhir. Prosesi pelepasan yang dipimpin Irwasda Polda Sumbar, Kombes Pol Guritno Wibowo, berlangsung khidmat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar pada Rabu (10/12), sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian Polri terhadap para korban.

Sebelum diberangkatkan, para jenazah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam peti dan dinaikkan ke ambulans oleh personel Polri dan pihak rumah sakit. Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan dan suasana duka mendalam.

Jenazah kemudian akan dishalatkan di Masjid Raya Sumbar sebelum dimakamkan di Pemakaman Umum Teluk Kabung, Kecamatan Bungus, Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, Irwasda Polda Sumbar menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam atas kepergian para korban.

“Kita akan berangkatkan 24 jenazah korban bencana alam menuju peristirahatan terakhir. Jenazah akan dishalatkan dahulu di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Semoga seluruh rangkaian acaranya dimudahkan, dilancarkan, dan seluruh almarhum-almarhumah diberikan husnul khotimah serta ditempatkan di sisi Allah SWT,” ujar Kombes Pol Guritno Wibowo.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang turut hadir, menegaskan bahwa Polda Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para korban dan keluarganya.

“Seluruh proses, mulai dari identifikasi, perawatan jenazah, hingga pemakaman, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan standar kemanusiaan yang tinggi. Polda Sumbar hadir untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang layak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Polri terus bekerja maksimal dalam seluruh tahapan penanganan bencana.

“Polri akan terus bekerja semaksimal mungkin di seluruh lini penanganan bencana. Mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga membantu pemulihan warga melalui penyaluran bantuan. Kami berupaya hadir dengan cepat dan tepat, agar masyarakat yang terdampak merasa terbantu dan tidak menghadapi situasi ini sendirian,” terang Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Kabid Humas Polda Sumbar juga menyampaikan simpati dan belasungkawa yang tulus atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Atas nama Polda Sumbar, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian para korban. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua. Kami hadir untuk memastikan setiap proses dilakukan dengan penuh penghormatan dan kepedulian,” tutupnya.

Kapolda Sumbar Pimpin Shalat Jenazah 24 Korban Banjir di Masjid Raya Al Minangkabawi

0

TBNews Sumbar, – Suasana duka menyelimuti Masjid Raya Sumatera Barat (Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi) hari ini. Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Shalat Jenazah bagi 24 orang korban banjir yang telah teridentifikasi.

Acara keagamaan dan penghormatan terakhir ini diselenggarakan di Aula Masjid Raya Sumatera Barat pada Rabu, 10 Desember 2025 Ba’da Dzuhur.

Pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz H. Rahimul Amin, Lc., MA, Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana di Sumbar dan menjadi wujud kepedulian Kapolda Sumbar terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa Shalat Jenazah massal ini adalah bentuk solidaritas institusi Polri, khususnya Polda Sumbar, kepada masyarakat yang tengah berduka.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata duka cita mendalam keluarga besar Polda Sumbar. Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga korban,”kata Kabid humas.

Kapolda Sumbar hadir secara langsung sebagai imam, menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam tugas pengamanan dan penyelamatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan moral dan spiritual di saat-saat sulit seperti ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan para korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tegasnya.

Pesan solidaritas, “PRAY SUMBAR”, yang menegaskan seruan untuk mendoakan wilayah Sumatera Barat pasca bencana.

Diskusi Dilibas STIK Tutup Episode Terakhir, Irjen Eko Rudi Sudarto: Ruang Refleksi untuk Polri yang Lebih Baik

0

Jakarta — Diskusi “Dilibas: Diskusi Literasi Kebangsaan STIK” resmi memasuki episode terakhir. Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, menyampaikan apresiasi mendalam atas atmosfer keterbukaan dan refleksi kritis yang terbangun sepanjang rangkaian kegiatan ini.

“Hari ini Diskusi Dilibas memasuki episode terakhir. Luar biasa, beyond my expectation. Kita terbuka semua,” ujarnya membuka acara.

Dalam forum tersebut, Irjen Eko juga menyampaikan bahwa pendidikan di STIK tidak hanya menajamkan intelektualitas, tetapi juga memperkuat kepekaan.
“Di lembaga ini ada dua hal yang dididik: logika dan rasa,” tegasnya.

Pada diskusi kali ini turut hadir sejumlah narasumber yang memberikan perspektif kritis dan konstruktif terkait tantangan Polri. Mereka adalah Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua PBNU; Usman Hamid, aktivis HAM, advokat, sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia; serta Prof. Dr. Eko Prasojo, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa keterbukaan seperti inilah yang akan membawa perubahan pada Polri ke depan.
“Ruangan ini menjadi saksi kebersamaan kita. Kita tidak tahu lima atau sepuluh tahun ke depan, Polri akan semakin baik,” ungkapnya.

Diskusi Dilibas pun berakhir dengan catatan optimisme: bahwa perbaikan Polri bisa berjalan melalui dialog, refleksi, dan keberanian membuka diri terhadap kritik dari berbagai pihak.

Polres Aceh Tamiang Terima Dua Unit Mesin Penghasil Embun Siap Minum dari Slog Polri

0

Kualasimpang — Polres Aceh Tamiang menerima dua unit Mesin Penghasil Embun Siap Minum serta dua unit genset dari Slog Mabes Polri pada Rabu, 10 Desember 2025. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Mesin tersebut berfungsi menciptakan embun yang kemudian diolah menjadi air layak minum. Teknologi ini dinilai sangat membantu di tengah kondisi darurat, ketika akses air bersih menjadi tantangan utama bagi warga.

“Alhamdulillah, kita telah menerima dua unit Mesin Penghasil Embun Siap Minum dari Slog Mabes Polri. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sangat bermanfaat di masa sulit ini,” kata Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi.

Kapolres menjelaskan bahwa dua unit mesin berjenis HAMAG AQUATECH HMA6-SCW, termasuk dua genset pendukung, telah diterima oleh Kasubbagpal Polres Aceh Tamiang, AKP Tarmidi. Seluruh peralatan ini akan langsung dimanfaatkan untuk kepentingan umum, terutama membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pascabanjir.

Ia menegaskan, kehadiran bantuan ini bukan hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah air bersih, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan Polri dalam mendukung penanganan bencana di daerah.

“Dengan adanya mesin ini, kami berharap kebutuhan air minum warga dapat segera terpenuhi, sehingga mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat pascabanjir,” ujarnya.

Bantuan dari Slog Polri ini menjadi bentuk kolaborasi yang memperkuat layanan kemanusiaan di Aceh Tamiang, sekaligus menegaskan bahwa Polri terus hadir memberikan dukungan nyata bagi masyarakat dalam situasi apa pun.

Polres Aceh Tamiang Tetap Layani Masyarakat Meski Mako Berlumpur Akibat Banjir

0

Kualasimpang — Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga membuat Markas Polres Aceh Tamiang dipenuhi lumpur. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para personel untuk tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, mengatakan bahwa pelayanan publik tidak berhenti meskipun kondisi mako terdampak bencana. Pihaknya tetap membuka ruang bagi warga yang membutuhkan bantuan maupun ingin melapor melalui posko tanggap darurat.

Hari ini, kata Muliadi, pihaknya menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dari warga yang diterima oleh seorang polwan. Meski fasilitas dan lingkungan masih dalam proses pemulihan, laporan tersebut tetap ditangani. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Banjir bukan alasan bagi kami untuk menghentikan pelayanan. Masyarakat butuh tempat untuk mencari keadilan, dan kami harus hadir,” ujar AKBP Muliadi, Rabu, 10 Desember 2025.

Suasana mako yang belum sepenuhnya pulih justru memperlihatkan sisi kemanusiaan. Dengan seragam yang masih berdebu dan sepatu yang dilapisi lumpur, para personel tetap berdiri di meja pelayanan seadanya untuk menerima warga yang datang meminta pertolongan atau membuat laporan.

“Ini menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi tidak hanya saat situasi normal, tetapi juga ketika masyarakat sedang berada dalam masa sulit. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti dan harus tetap memprioritaskan masyarakat,” pungkasnya.