Beranda blog Halaman 203

Personel Ops Damai Cartenz Sektor Sinak Beri Mi Instan dan Makanan Ringan Saat Warga Membersihkan Gereja Gingga Baru

0

Sinak, Puncak — Personel Sektor Sinak Operasi Damai Cartenz di sela tugasnya melaksanakan pemberian mi instan dan makanan ringan kepada masyarakat yang tengah melaksanakan kegiatan membersihkan Gereja Gingga Baru Klasik Sinak, Sabtu (6/12).

Dalam suasana penuh kebersamaan, personel hadir dengan pendekatan yang hangat dan humanis. Dukungan berupa mi instan dan makanan ringan tidak hanya membantu meringankan aktivitas warga gereja, tetapi juga mempererat hubungan baik antara aparat dan masyarakat. Kehadiran personel diterima dengan senyum dan rasa terima kasih dari warga yang saat itu bekerja membersihkan lingkungan rumah ibadah mereka.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sederhana semacam ini sangat berarti bagi masyarakat.

“Operasi Damai Cartenz selalu mengedepankan pendekatan humanis. Melalui aksi-aksi kecil namun tulus, kita ingin menunjukkan bahwa kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa interaksi positif seperti ini adalah fondasi kepercayaan antara aparat dan warga.

“Kedekatan tidak dibangun lewat kata-kata saja, tetapi lewat tindakan nyata. Personel di lapangan sudah menjalankan itu dengan baik,” ungkapnya.

“Pemberian bantuan seperti mi instan dan makanan ringan ini menjadi jembatan yang menghubungkan kami dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat rasa percaya dan menciptakan ruang dialog yang baik,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya hadir menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berjalan bersama masyarakat menguatkan gotong royong, merawat harmoni, dan menebarkan nilai kemanusiaan di Tanah Papua.

Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana: Menghubungkan Harapan, Mengobati Rindu

0
Jakarta — Di tengah jalan yang tertutup lumpur, jembatan patah, serta desa-desa yang terisolasi total, Polri setiap hari menerobos medan sulit demi satu tujuan: memastikan masyarakat bisa segera memberi kabar kepada keluarganya bahwa mereka selamat. Per 6 Desember 2025, Polri telah menempatkan 76 unit jaringan internet di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Jaringan ini menjadi tumpuan utama warga yang berhari-hari kehilangan sinyal dan akses komunikasi.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pemasangan jaringan internet adalah bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan Transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pelayanan.
“Setiap menit sangat berarti bagi warga di lokasi bencana. Polri memastikan masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga mereka karena ketenangan itu penting untuk pemulihan. Kami hadir membuka jalur komunikasi yang sempat terputus total,” ujar Brigjen Trunoyudo, Sabtu (6/12/25).
Jaringan yang kembali menyala bukan hanya sekadar sambungan digital, tetapi juga sambungan harapan. Di Masjid Raya Baing Nag Batipuh Selatan, di tenda pengungsian Polres Agam, hingga di Pos Pengungsian SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, suasana haru terjadi berulang kali. Warga menangis sambil memeluk telepon mereka saat video call pertama setelah berhari-hari tanpa kabar.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika seorang ibu pengungsi akhirnya dapat menghubungi anaknya di Medan. Saat personel bertanya, “Telepon dengan siapa Bu?” ia menjawab sambil tersenyum, mata berkaca-kaca:
“Sama anak saya… Alhamdulillah, sudah bisa terhubung lagi.”
Brigjen Trunoyudo menjelaskan bahwa layanan jaringan internet tersebut diberikan 100 persen gratis, tanpa pungutan apa pun. Jaringan ini juga membantu mempercepat arus informasi lapangan kepada pemerintah dan tim penanganan bencana.
“Begitu jaringan internet menyala, warga dapat langsung mengabarkan kondisi mereka. Informasi cepat dan akurat sangat menentukan langkah penanganan darurat. Karena itu, pemasangan kami prioritaskan di titik-titik yang selama ini gelap sinyal,” tegasnya.
Proses pemasangan pun penuh tantangan. Banyak personel harus berjalan kaki menembus longsor, memanggul perangkat secara manual, hingga memasang antena di lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Semua dilakukan agar jalur komunikasi kembali hidup, karena setiap pesan yang terkirim adalah kekuatan bagi para pengungsi untuk bertahan.
Lokasi Pemasangan Jaringan Internet Polri per 6 Desember 2025
ACEH — 36 Unit
•Polres Aceh Tamiang — 5 titik
•Polres Aceh Timur — 2 titik
•Polres Langsa — 2 titik
•Polres Aceh Tengah — 2 titik
•Polres Bener Meriah — 1 titik
•Ditlantas Polda Aceh — 1 titik
SUMATERA UTARA — 32 Unit
•Polres Taput — 2 titik (Polres Taput, Polsek Adiankoting)
•Polres Tapsel — 2 titik (Polsek Sipirok, Polsek Batang Toru)
•Polres Sibolga — 3 titik (Polres Sibolga, Polsek Sambas, Polsek Selatan)
•Polres Tapteng — 8 titik (Pinang Sori, Kolang, Manduaman, Sorkam, Barus, Sibabangun, Pandan, Polres Tapteng)
•Polres Langkat — 4 titik (Polres Langkat, Brandan, Pangkalan Susu, Besitang)
SUMATERA BARAT — 8 Unit (seluruhnya aktif)
•Polda Sumbar — 1 titik
•Polres Agam — 2 titik
•Polres Padang Panjang — 3 titik
•Polres Solok Kota — 2 titik
Menutup keterangannya, Brigjen Trunoyudo menyampaikan kembali komitmen Polri.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Setiap jaringan internet yang terpasang adalah jembatan harapan. Polri akan terus bekerja sampai seluruh kebutuhan komunikasi dan bantuan benar-benar pulih,” ungkapnya.

SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sibolga Salurkan 2.000 Paket Gizi Anak untuk Penyintas Banjir dan Longsor

0

SIBOLGA – Kepedulian terhadap pemulihan kondisi psikologis dan kesehatan anak-anak pascabencana banjir dan tanah longsor terus ditunjukkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sibolga. Pada Sabtu (06/12/2025), Bhayangkari kembali turun langsung ke lapangan dengan menyalurkan kebutuhan pangan anak berupa makanan ringan dan susu di sejumlah titik pengungsian yang ada di Kota Sibolga.

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB ini melibatkan personel pengamanan yang turut memonitor setiap tahapan pendistribusian agar terselenggara secara tertib dan aman. Sebanyak 6 lokasi pengungsian menjadi titik penyaluran, yakni:

1. Jalan I.L. Nomensen Lingkungan 1 Aek Parira, Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Utara.
2. Aula HKBP Sibolga Julu di Jalan I.L. Nomensen, Kelurahan Angin Nauli.
3. SD Swasta HKBP Sibolga di Jalan I.L. Nomensen, Kelurahan Angin Nauli.
4. Kantor Camat Sibolga Utara di Jalan Agus Marpaung, Kelurahan Simare-mare.
5. Jalan Murai Ujung, Kelurahan Aek Manis, Sibolga Selatan.
6. SMP Negeri 5 Sibolga di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan.

Total 2.000 paket makanan ringan dan susu diserahkan langsung kepada anak-anak yang mengungsi bersama keluarga mereka. Bantuan ini sekaligus menjadi dukungan bagi pemenuhan kebutuhan gizi agar anak-anak tetap sehat selama berada di tempat pengungsian.

Tidak hanya fokus pada distribusi logistik, Bhayangkari bersama personel juga memastikan situasi di lapangan berlangsung kondusif. Kegiatan selesai pada pukul 14.00 WIB, dan seluruh penyaluran dinyatakan berjalan lancar tanpa kendala.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Bhayangkari dalam misi kemanusiaan ini.

“Bhayangkari kembali menunjukkan bahwa kepedulian bukan hanya berupa dukungan moral, tetapi diwujudkan secara nyata dalam pemenuhan kebutuhan penyintas, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polda Sumut untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.

Ia menambahkan bahwa setiap upaya sekecil apa pun akan sangat berarti bagi para korban yang tengah beradaptasi dengan kondisi sulit pascabencana.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, terutama dalam masa pemulihan. Harapannya, bantuan ini mampu memberikan semangat, rasa aman, dan dukungan gizi yang baik bagi anak-anak selama berada di pengungsian.

Dapur Umum dan Layanan Kesehatan Posko Brimob Polda Sumut Jadi Andalan Warga Terdampak Banjir di Batang Toru

0

TAPSEL – Upaya kemanusiaan Sat Brimob Polda Sumut terus menyentuh warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Melalui Posko 1 Brimob Batalyon C Pelopor yang berlokasi di Desa Aek Ngadol, kegiatan dapur umum dan layanan kesehatan menjadi pusat perhatian warga yang masih memerlukan bantuan pascabencana.

Pada Jumat (05/12/2025), sejak pagi hari, personel Brimob bersama warga setempat memasak makanan di dapur umum yang disediakan di posko. Bahan makanan diolah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak, sekaligus personel gabungan yang tengah bertugas dalam misi kemanusiaan. Proses memasak dilakukan secara bergantian, melibatkan warga agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Tidak hanya menyediakan makanan siap santap, posko juga menjadi pusat layanan kesehatan bagi warga yang mengalami masalah pascabencana. Personel Batalyon C Pelopor bersama tim tenaga kesehatan dari Biddokkes RS Bhayangkara TK IV Batang Toru melayani pemeriksaan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat lingkungan pascabencana, seperti luka ringan, demam, hingga keluhan pernapasan.

Banyak warga datang ke Posko untuk mendapatkan pengobatan karena akses layanan kesehatan formal masih terganggu akibat kondisi jalan dan lokasi terdampak yang sulit dilalui. Pemeriksaan diberikan gratis kepada masyarakat dan personel yang terlibat dalam operasi BKO.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa layanan dapur umum dan kesehatan menjadi bagian utama dari upaya Polri membantu masyarakat dalam pemulihan pascabencana.

“Personel Brimob tidak hanya menjaga dan melakukan evakuasi, tetapi juga menyediakan dapur umum serta layanan kesehatan di posko bagi warga yang membutuhkan. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan harian hingga pemulihan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Selain itu, Posko 1 juga menerima bantuan tambahan berupa tangki air yang menjadi kebutuhan mendesak warga akibat air bersih yang sulit diperoleh pascabanjir. Bantuan ini akan dikelola bersama personel posko dan perangkat desa agar dapat digunakan oleh seluruh warga sekitar.

Kegiatan berjalan dengan aman dan tertib, serta mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran dapur umum dan layanan kesehatan menjadi bukti bahwa Polri, dalam hal ini Sat Brimob Polda Sumut, hadir bukan hanya sebagai pengaman, tetapi sebagai garda terdepan dalam memulihkan kehidupan sosial dan kesehatan warga yang terdampak bencana.

Kapolres Aceh Selatan Berikan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Ladang Rimba Trumon

0

Tapaktuan – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam yakni banjir, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., memberikan bantuan sembako kepada warga Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon, yang menjadi korban banjir. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masyarakat sebagai upaya meringankan beban dan kebutuhan sehari-hari setelah banjir melanda wilayah tersebut, Sabtu, 6 Desember 2025.

Penyerahan bantuan dilakukan di Mako Polsek Trumon. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Aceh Selatan didampingi Wakapolres serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Selatan. Puluhan paket bahan kebutuhan pokok diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk respon cepat Polres Aceh Selatan terhadap kondisi warga yang sedang mengalami kesulitan.

Kapolres Aceh Selatan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Polres Aceh Selatan kepada masyarakat yang tertimpa musibah. “Kami hadir bukan hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Kapolres.

Sehari sebelumnya, Kapolres Aceh Selatan bersama personel terjun langsung ke lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas di lokasi banjir. Kapolres berada di lokasi hingga malam hari memastikan arus kendaraan tetap berjalan aman dan lancar hingga banjir berangsur surut. Usai kegiatan, Kapolres bermalam di Mako Polsek Trumon untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi cuaca.

Melalui pemberian bantuan ini, Polres Aceh Selatan berharap masyarakat Desa Ladang Rimba yang terdampak banjir dapat segera pulih dan bangkit dari musibah. Polres Aceh Selatan juga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun memberikan bantuan kemanusiaan ketika warga mengalami bencana.

Tim Polwan RI dan Tim Trauma Healing Polri Berikan Dukungan Psikososial untuk Penyintas Banjir dan Personel di Sumbar

0

Sumatera Barat, 5 Desember 2025 — Tim Polwan RI bersama Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri melaksanakan kegiatan layanan psikososial dalam rangka siaga bencana di wilayah Polda Sumatera Barat.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (5/12) pukul 14.00 WIB di Posko Polres Agam dan Posko SDN 05 Palembayan, melibatkan 12 personel yang terdiri dari Polwan RI, tim trauma healing Psikologi SSDM Polri, serta Bagpsi Ro SDM Polda Sumbar.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan konseling dan dukungan psikososial kepada 10 ibu relawan yang terlibat dalam kerja bakti di lingkungan pengungsian, guna menjaga motivasi mereka selama penanganan bencana.

Selain itu, sebanyak 32 penyintas banjir di Posko SDN 05 juga menerima layanan hypnotherapy dan NLP untuk membantu relaksasi serta membangun kekuatan diri. Dukungan serupa diberikan kepada 25 personel Brimobda Sumbar berupa konseling, phototherapy, dan relaksasi untuk membantu mengurangi beban fisik maupun emosional selama bertugas.

Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Upaya trauma healing ini sangat penting untuk menjaga ketahanan mental, baik bagi para penyintas maupun personel yang bekerja di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Hasil kegiatan menunjukkan respons positif. Para relawan merasa diperhatikan dan lebih termotivasi, peserta hypnotherapy mengaku lebih tenang dan segar, sementara personel Brimobda menyampaikan bahwa mereka dapat mengekspresikan emosi yang terpendam serta memperoleh keterampilan sederhana untuk menjaga ketenangan selama bertugas.