Beranda blog Halaman 45

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

0

Depok, April 2026 — Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, yang berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak 300 Hoegeng Iman Santoso dan Lapangan Tembak Sat Wanteror Pas Gegana, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat.

Mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, kejuaraan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Korps Brimob Polri dalam menjaga nilai-nilai kejuangan, sekaligus menegaskan arah transformasi Brimob yang unggul, modern, inovatif, dan responsif.

Sejak hari pertama pelaksanaan, Brimob X-Treme 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran ratusan peserta, mencapai 447 hingga 475 penembak, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Ajang ini juga diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia, China, dan Korea Selatan, menandakan pengakuan global terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi menembak di Indonesia.

Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dengan total 20 stage yang dirancang menantang dan menguji secara komprehensif kemampuan peserta, mulai dari kecepatan, ketepatan, ketangkasan, hingga ketahanan fisik dan mental.

Seluruh rangkaian pertandingan disusun sesuai standar internasional IPSC, sehingga menjamin pelaksanaan yang fair, aman, dan profesional, sekaligus menjadi tolok ukur objektif kemampuan atlet di level dunia.

Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan 18 kategori lomba, yang mencakup:

Kategori IPSC (8 kelas): IPSC Handgun Open, Standard, Classic, Production, Production Optic, Optic, Revolver, serta PCC Optic.

Kategori Non-IPSC (2 kelas): Non-IPSC Handgun dan PCC Optic (Putra/Putri).

Kategori Presisi 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Kategori Eksekutif 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Lebih dari sekadar kompetisi, Brimob X-Treme 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuktikan bahwa kemampuan hasil pelatihan personel dan atlet Indonesia siap diadu di level dunia.

Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

“Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya menjaga dan merawat warisan nilai-nilai kejuangan Korps Brimob Polri yang penuh dengan keberanian dan pengabdian kepada bangsa dan negara.”

Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menembak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan antara Korps Brimob dengan komunitas olahraga menembak secara luas.”

Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembuktian kesiapan Indonesia di panggung global.

“Brimob X-Treme 2026 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan bentuk pembuktian bahwa kemampuan dan hasil pelatihan personel serta atlet kita siap diadu dan mampu bersaing di level dunia.”

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun standar profesionalisme, memperkuat jejaring internasional, dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia.”

Melalui Brimob X-Treme 2026, Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi menembak berkualitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Transformasi Polri.

Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas

0

Kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional Brimob Xtreme 2026 resmi ditutup Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 7 hingga 12 April 2026 ini, sukses menjadi panggung kompetitif bagi para atlet menembak dari dalam dan luar negeri.

Diselenggarakan oleh Korbrimob Polri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, kejuaraan ini mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, yang merefleksikan nilai keberanian, ketelitian, dan profesionalisme dalam menghadapi situasi ekstrem.

Ajang ini mempertandingkan sejumlah divisi bergengsi, di antaranya IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III dan PCC Optic Level II, serta berbagai divisi lainnya yang melibatkan peserta dari kalangan TNI, Polri, hingga masyarakat sipil. Tidak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta internasional dari beberapa negara sahabat seperti Malaysia, China, dan Korea Selatan.

Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi peserta sebanyak 475 penembak dari berbagai instansi dan klub menembak. Para peserta diuji melalui 20 stage menantang yang dirancang sesuai standar internasional IPSC, menitikberatkan pada aspek kecepatan, akurasi, ketangkasan, kekuatan fisik, serta ketahanan mental.

Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai sportivitas bagi seluruh peserta.

Keberhasilan penyelenggaraan Brimob Xtreme 2026 turut memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan, atlet menembak, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga menembak Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, diharapkan semangat kompetisi, solidaritas, dan nilai-nilai kejuangan yang terbangun selama kejuaraan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga menembak di masa mendatang.

Adapun perolehan hasil juara dari 16 divisi, sebagai berikut:
– Handgun Revolver – Overall
1. Ciciota, Surbakti (INA)
2. Muh. Alfath Yasin, DK (INA)
3. Tukiman (INA)

– Handgun Classic – Overall
1. Daniel, Lee (INA)
2. Aziz, Fernanda (INA)
3. Agus, Sutrisno (INA)

– Handgun Production – Lady
1. Missy, Binti Jaafar (MAS)
2. Azlina, Binti Azizan (MAS)
3. Zurieaty, Binti Mohamad (MAS)

– Handgun Production – Junior
1. Krisna Abiyu Arma, Putra (INA)
2. Muhammad Owen Zainal, Rahadiansyah (INA)
3. Dafa Renaldy, Saputra (INA)

– Handgun Production – Overall
1. Vincentius, Djajadiningrat (INA)
2. Makruf, Handoko (INA)
3. Muhammad Sahrulloh, Bin Syahrizal (MAS)

– Handgun Production Optics – Overall
1. Muhammad Awaludin, Ilham (INA)
2. Sultan Omar, Ali (INA)
3. Li, Jiayun (CHN)

– Handgun Standard – Junior
1. Yudistira Aulia, Lutfie (INA)
2. Dennis Muhammad Putra, Budiman (INA)
3. Naufal Randi, Adhitya (INA)

– Handgun Standard – Overall
1. Hans Christian PT, Manihuruk (INA)
2. Khalil Gibran M, Harahap (INA)
3. Rama, Tribudiman (INA)

– Handgun Optics – Overall
1. Prabu Rakyan Raka, Nalyndra (INA)
2. Muh. Syafi Malik ABD, Aziz (INA)
3. Roy, Harianto (INA)

– Handgun Open – Junior
1. Athala Mohan, Ussuri (INA)
2. Ayra Mabelle, Ussuri (INA)
3. Ardhito Geraldy, Sitinjak (INA)

– Handgun Open – Overall
1. Nico, Santoso (INA)
2. Fitri Rahman, Bin Sumpa (MAS)
3. Sarah Ayu, Tamalea (INA)

– PCC PC Optics – Overall
1. Daniel, Loekman (INA)
2. Muhammad Araf, Habibi (INA)
3. Nadif Janitra, Airlangga (INA)

– Non PCC Putra – Overall_
1. Alvin Nasution, (PCC) (INA)
2. Krisdiyanto, (PCC) (INA)
3. Khintesa Nur Wibowo, (PCC) (INA)

– Non PCC Putri – Overall
1. Eunike Jhon, (PCC) (INA)
2. Dinda Charelina Tahir Saputri, (PCC) (INA)
3. Lorenia Permata Runtuwene, (PCC) (INA)

– Non Pistol Putra – Overall
1. Yusuf Abdul, Syukron (INA)
2. Ilham Dwi, Shandya (INA)
3. Nederlan, Hulopi (INA)

– Non Pistol Putri – Overall
1. Diah, Ayuningrum (INA)
2. Vereena Shaneisha, Putri (INA)
3. Lucky, Juane (INA)

STIK Lemdiklat Polri Gelar Seminar UNIPOL, Dorong Transformasi Pendidikan Kepolisian di Era Digital

0

Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Seminar Sekolah bertema “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi guna memperkuat arah kebijakan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Polri.

Seminar tersebut menekankan pentingnya transformasi pendidikan kepolisian agar mampu menjawab dinamika global, perkembangan teknologi, serta kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lemdiklat Polri, Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi masa depan Polri sekaligus refleksi peradaban bangsa.

“Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan ilmu kepolisian harus bersifat lintas disiplin, adaptif, dan mampu menjawab perubahan zaman. Menurutnya, pendidikan kepolisian harus melahirkan insan Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

“Pada pendidikanlah tergantung masa depan Polri. Polisi harus profesional berbasis ilmu kepolisian, cerdas, bermoral, dan modern agar mampu satu langkah lebih maju dari perubahan,” kata Chryshnanda.

Ia juga menegaskan pentingnya transformasi pemolisian di era digital.
“Pemolisian di era digital harus berkembang menjadi electronic policing dan forensic policing. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. menyoroti urgensi percepatan reformasi Polri secara holistik, termasuk penguatan kurikulum pendidikan dan pemanfaatan teknologi.

“Kita mendorong percepatan reformasi Polri, termasuk perbaikan kurikulum pendidikan dan penguatan pendidikan hak asasi manusia serta pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPR mempertahankan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari delapan poin percepatan reformasi Polri.

“Polri tetap di bawah Presiden langsung. Ini sikap tegas DPR berdasarkan konstitusi dan TAP MPR,” jelasnya.

Habiburokhman juga menyoroti fenomena no viral no justice sebagai dampak keterbukaan informasi di era digital.
“Fenomena itu wajar di era teknologi. Yang penting, ketika ada ketidakadilan yang viral, aparat merespons dan mencari solusi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menilai keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Sejelek apa pun yang terjadi, kalau terbuka rakyat masih bisa memberi ruang kepercayaan. Senjata kita satu-satunya adalah keterbukaan,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang sinergi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi strategis penguatan pendidikan, manajemen SDM, serta reformasi birokrasi Polri guna menyiapkan personel yang adaptif, profesional, dan berintegritas di masa depan.

Satlantas Polres Bontang Edukasi Warga, Tekankan Prosedur Urus SIM yang Benar dan Transparan

0

Bontang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bontang kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kantor Polres Bontang, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada warga tentang mekanisme penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) agar prosesnya berjalan tertib, transparan, dan sesuai prosedur.
Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas Polres Bontang menjelaskan secara rinci tahapan pengurusan SIM baru maupun perpanjangan. Warga diberikan penjelasan mulai dari persyaratan administrasi yang harus disiapkan, proses pendaftaran, ujian teori dan praktik, hingga pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang resmi. Petugas juga menekankan bahwa seluruh proses harus dilakukan langsung oleh pemohon tanpa melalui calo.
“SIM adalah bukti kompetensi dan legalitas seseorang untuk mengemudi. Karena itu, kami ingin masyarakat paham betul alurnya. Jangan sampai tertipu oknum yang menawarkan jasa pengurusan SIM dengan iming-iming lulus cepat,” ujar salah satu personel Satlantas Polres Bontang di sela kegiatan.
Selain mekanisme penerbitan SIM, petugas juga mensosialisasikan program digital Korlantas Polri seperti aplikasi SINAR untuk perpanjangan SIM A dan SIM C secara online. Warga diajak memanfaatkan layanan digital tersebut guna menghemat waktu dan menghindari antrean panjang di Satpas.
Sosialisasi berlangsung interaktif. Warga antusias bertanya seputar biaya resmi SIM, perbedaan golongan SIM, hingga tips lulus ujian praktik. Petugas menjawab satu per satu pertanyaan dan memberikan brosur panduan tata cara pengurusan SIM. Kegiatan ini disambut positif oleh warga yang merasa terbantu dengan penjelasan langsung dari petugas.
Satlantas Polres Bontang berkomitmen terus melakukan sosialisasi serupa di lingkungan warga lainnya. Tujuannya agar masyarakat semakin sadar hukum, tertib administrasi, dan mendukung terwujudnya Kamseltibcarlantas di wilayah Kota Bontang. Kegiatan berjalan aman, lancar, dan ditutup dengan foto bersama.

Wujud Kepedulian Polri dalam peningkatan gizi Anak Bangsa: Kapolres Bontang laksanakan Launching Makan Bergizi Gratis di TK Kemala Bhayangkari

0

Bontang – Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, S.I.K., M. Si., secara resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Bontang di TK Kemala Bhayangkari dan Dapur SPPG Polres Bontang, Senin (13/4/2026) pukul 08.00 Wita. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung peningkatan gizi anak-anak sekolah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Waka Polres Bontang, Kompol Ropiyani, S.H., Kabag SDM Polres Bontang, Kompol H.M Slamet, Kasiwas Polres Bontang, Kompol Puji Handoko, dan perwakilan BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, M. Han.

Dalam sambutannya, Kapolres Bontang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program ini. “Program ini adalah program unggulan pemerintah, dan Polri akan terus mendukung agar berjalan maksimal,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa realisasi dapur SPPG merupakan upaya Polri dalam mensukseskan program pemerintah dan meningkatkan pembinaan internal Polri.

Kapolres Bontang juga menekankan bahwa program ini dapat mendukung pelaku UMKM di sekitar Polres Bontang. “Semoga SPPG Polres Bontang dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” harapnya.

Program MBG ini akan disalurkan ke beberapa sekolah di Kota Bontang, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.

Humas Polres Bontang

Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok, Terduga T (29) Tak Berkutik Saat Digrebek Polisi

0

Bintang – Peredaran narkotika di Kota Bontang kembali digagalkan. Tim Satresnarkoba bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial T (29) di kawasan Jalan Parkesit, Bontang Utara, Minggu (12/4/2026).

Penangkapan bermula saat petugas mencurigai gerak-gerik terduga yang berada di pinggir jalan. Saat hendak diamankan, ia sempat melarikan diri dan membuang sebuah kotak rokok. Setelah diperiksa, di dalamnya ditemukan 7 bungkus plastik berisi kristal putih diduga sabu dengan berat bruto 1,92 gram.
Penggeledahan berlanjut ke tempat tinggal terduga. Petugas kembali menemukan alat yang diduga digunakan untuk penyalahgunaan narkotika, seperti pipet kaca dan sedotan runcing, serta satu unit handphone yang berkaitan dengan aktivitas komunikasi. Seluruh barang bukti diakui sebagai milik terduga.

Kasat Resnarkoba AKP Larto menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku peredaran narkoba tanpa kompromi. “Modus semakin beragam, namun kami pastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkotika di Bontang. Ini komitmen kami melindungi masyarakat,” tegasnya.

Kasus akan dikembangkan oleh guna mengungkap kemungkinan jaringan lain. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk terus aktif melaporkan aktivitas mencurigakan sebagai langkah bersama memutus rantai peredaran narkoba.

Humas Polres Bontang