Beranda blog Halaman 169

vWakapolri Tinjau Penyaluran Bantuan Polri untuk Warga Terdampak Bencana di Padang Pariaman

0
Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dalam rangka kunjungan kerja Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Minggu (28/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Polri menyiapkan sebanyak 200 paket sembako yang berasal dari Gudang Logistik Polda Sumatera Barat. Penyaluran bantuan didukung oleh kekuatan 200 personel gabungan Polda dan Polres dengan menggunakan 100 unit kendaraan roda dua guna menjangkau wilayah-wilayah terdampak.
Distribusi bantuan difokuskan pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Batang Anai dan Kecamatan Lubuk Alung. Di Kecamatan Batang Anai, penyaluran dilakukan menggunakan 45 unit kendaraan roda dua yang menyasar Nagari Sungai Buluh Barat dan Sungai Buluh Utara. Sementara di Kecamatan Lubuk Alung, sebanyak 40 unit kendaraan roda dua dikerahkan untuk menyalurkan bantuan ke Kampung Pondok, Nagari Pasie Laweh.
Selama proses penyaluran, tim Polda mendapatkan pendampingan dari 15 unit kendaraan roda dua milik Polres Padang Pariaman guna memastikan distribusi bantuan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan konvoi kemanusiaan terpadu yang melibatkan 100 unit kendaraan roda dua Polda dan Polres, truk logistik dan air bersih, ambulans Biddokkes, alat berat berupa excavator, serta kendaraan pendukung lainnya.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12). menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana dapat terpenuhi.
Ia menambahkan, sinergi antara Polda, Polres, serta unsur terkait menjadi kunci utama dalam menjangkau wilayah terdampak dan memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ziarah Makam hingga Groundbreaking Museum Marsinah, Kapolri: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh

0
Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukamoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim). Ia juga melihat rumah masa kecil dari tokoh buruh tersebut.
“Pertama terima kasih beberapa waktu lalu Ibu Marsini (Kakak kandung Marsinah) mengundang saya untuk hadir ke Nganjuk. Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir. Tadi kita berziarah ke makam Almarhum, kemudian sempat menengok rumah masa kecil beliau,” kata Sigit kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).
Usai berziarah, Sigit juga melakukan Groundbreaking museum atau rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jatim. Tempat itu dibangun untuk mengenang segala bentuk perjuangan Marsinah terhadap kelompok buruh di Indonesia.
“Dan Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan Groundbreaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah. Untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh Pahlawan Nasional dari buruh,” ujar Sigit.
Sigit berharap, museum ini bisa menjadi semangat yang diwariskan oleh Marsinah kepada kelompok buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.
“Mengawal dan memperjuangkan hak buruh. Namun tentunya saya selalu sampaikan bahwa laksanakan dengan baik, terukur sehingga pesannya sampai, hak-hak buruh tetap bisa diperhatikan. Namun di sisi lain, pembangunan, iklim investasi, pertumbuhan ekonomi semuanya tetap kondusif. Karena kita semua ingin bahwa semua tetap terjaga,” ujar Sigit.
Di sisi lain, Sigit menegaskan, pembangunan museum ini juga diharapkan bisa menghidupkan pertumbuhan perekonomian di Desa Nglundo. Serta munculnya UMKM yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia. Tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Desa Nglundo,” ucap Sigit.
Museum itu, kata Sigit juga bisa menjadi salah satu tempat kebanggaan. Lantaran ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan dan dibesarkan di desa tersebut.
“Dan ini adalah aset Desa Nglundo, aset Kabupaten Nganjuk, aset Provinsi Jatim dan aset Indonesia, bagi teman-teman buruh seluruh Indonesia. Karena beliau pahlawan nasional,” tegas Sigit.
“Sekali lagi semoga semua ini bisa membawa kebaikan untuk tujuan kita mewujudkan Indonesia yang maju, Indonesia yang bisa sejahterakan rakyatnya dan Indonesia yang bisa menjadi negara besar dan kuat dan sejajar dengan  negara lain,” tambah Sigit menekankan.
Seperti diketahui, Marsinah Lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk – Jawa Timur
adalah seorang aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia.
Ia bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) dan diculik serta dibunuh pada 8 Mei 1993, yang menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di era Orde Baru.
Marsinah dikenang sebagai perempuan pemberani yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh, dan kematiannya menjadi titik penting dalam perjuangan hak buruh di Indonesia.
Marsinah menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada 1993. Pada
10 November 2025, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 10 November 2025, dan menjadi Pahlawan Nasional Pertama yang lahir pasca-Kemerdekaan Indonesia.

Wakapolri Tinjau Penanganan Dampak Bencana di Aceh Tamiang, Ratusan Kendaraan dan Personel Disiapkan

0
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat pemulihan dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari dukungan kendaraan operasional, pengerahan personel, hingga penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
Dalam keterangannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa saat ini Polri telah memiliki sekitar 20 kendaraan operasional, dengan tambahan dua kendaraan baru. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pemenuhan kebutuhan hingga mencapai sekitar 100 kendaraan agar operasional anggota di lapangan dapat berjalan maksimal selama satu bulan ke depan.
“Kita masih terus mencari dan menyiapkan sekitar 100 kendaraan untuk mendukung operasional anggota, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan, supaya pelayanan dan pengamanan bisa berjalan secara maksimal,” ujar Wakapolri, Sabtu (27/12).
Selain kendaraan, Polri juga fokus pada percepatan pembukaan jalur logistik yang terdampak. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan tujuh unit alat berat berupa ekskavator, delapan unit kendaraan pendukung, serta bantuan logistik dari Wakapolri berupa sembako yang diangkut menggunakan empat truk.
Bantuan tersebut ditujukan tidak hanya untuk masyarakat terdampak dan para pengungsi, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.
“Bantuan logistik ini dibutuhkan baik untuk masyarakat terdampak pengungsian maupun untuk anggota yang bertugas di lapangan, agar semuanya bisa berjalan seimbang,” jelasnya.
Dari sisi penguatan personel, Wakapolri menyampaikan bahwa sejak malam sebelumnya telah tiba sekitar 100 personel tambahan, dan ke depan akan menyusul sekitar 200 personel lagi.
Dengan demikian, total sekitar 300 personel Brimob akan diperbantukan di wilayah Aceh Tamiang dan nantinya disebar ke desa-desa serta kecamatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Hingga saat ini, sebanyak 83 sumur bor telah beroperasi dari target hampir 100 sumur yang dibutuhkan di Aceh Tamiang. Sumur bor tersebut diperuntukkan bagi rumah warga, fasilitas ibadah, titik-titik pengungsian, hingga sarana pendidikan.
“Air bersih ini sangat penting, terutama untuk rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah. Anak-anak juga harus bisa kembali bersekolah, itu menjadi prioritas kami,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Selain itu, Polri juga akan melakukan pendataan kebutuhan perlengkapan, termasuk seragam, yang nantinya akan disuplai dari Jakarta sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk infrastruktur, Polri berkolaborasi dengan Brimob dan pihak terkait dalam perbaikan serta pembangunan jembatan-jembatan yang rusak akibat bencana.
“Ini kebutuhan mendesak yang harus segera saya laporkan kepada Bapak Kapolri. Apa yang bisa kami eksekusi langsung, akan segera kami laksanakan tanpa menunggu,” pungkas Wakapolri.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Aceh Tamiang sekaligus memastikan keamanan, kelancaran distribusi bantuan, serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Polres Bener Meriah dan Brimob Pasang Tali Sling, Pulihkan Akses Warga Pasca Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah

0
BENER MERIAH — Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh pada 25 November 2025 lalu, Polres Bener Meriah bersama Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor terus melakukan upaya pemulihan akses dan fasilitas bagi masyarakat terdampak.
Pada Jumat, 26 Desember 2025, Polres Bener Meriah dan Brimob melaksanakan pemasangan tali sling sebagai jalur penyeberangan darurat bagi warga yang terisolir di tiga desa, yakni Desa Bergang, Desa Pantan Reduk, dan Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah.
Pemasangan tali sling dilakukan di Desa Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Lokasi ini merupakan akses penghubung vital antara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah yang sebelumnya terputus akibat rusaknya fasilitas pasca bencana.
Kapolres Bener Meriah menjelaskan bahwa tali sling yang dipasang berdiameter 18 milimeter dengan tingkat kekuatan lebih besar, sehingga aman digunakan masyarakat untuk melintas, termasuk untuk evakuasi orang sakit dan lansia.
“Pemasangan sling ini bertujuan membantu masyarakat, baik dalam hal evakuasi maupun penyaluran logistik. Proses pengerjaan telah berlangsung selama enam hari, dengan harapan sling ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk transfer logistik, termasuk hasil pertanian seperti durian dan cabai, sehingga perekonomian warga dapat kembali pulih,” ujar Kapolres.
Dengan kondisi medan yang cukup berat dan arus sungai yang masih berisiko, personel Polres Bener Meriah bersama Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor tetap bekerja maksimal demi memastikan keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Simpang Rahmat, Marikul selaku Kepala Desa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Masyarakat sangat senang dan terbantu. Sling yang dibangun sangat aman dan tebal, sehingga cocok untuk penyeberangan sepeda motor maupun pengangkutan barang-barang berat,” ungkap Marikul.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pasca bencana alam.

Polri Salurkan Bantuan dan Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Banjir di Aceh Utara

0

Polri bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara. Atas arahan langsung Kapolri, jajaran Polri turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.

Dalam kunjungan on the spot bersama Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, dan Kapolres Aceh Utara, Polri memutuskan mendistribusikan berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah, terutama Kecamatan Langkahan.

“Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung ngecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” ujar perwakilan Polri saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (27/12).

Sebagai langkah awal, Polri menyalurkan paket sembako yang didistribusikan langsung oleh Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak. Selain itu, tujuh unit alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck, dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.

“Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, sembari mendorong pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat salat dan karpet musala turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.

Di sektor kesehatan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polri telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.

“Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkapnya.

Sementara itu, Polsek Langkahan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.

“Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” katanya.

Dalam rangka memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri juga mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.

Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.

“Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujarnya.

Polri menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan hingga seluruh operasional kepolisian berjalan normal dan beban masyarakat terdampak dapat teringankan.

“Komitmen Polri jelas, sesuai perintah Bapak Kapolri, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya.

Misi Kemanusiaan, Polda Kaltim Berangkatkan 100 Personel Sat Brimob BKO ke Aceh

0

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap misi kemanusiaan dengan memberangkatkan 100 personel Satuan Brimob Polda Kaltim dalam status Bawah Kendali Operasi (BKO) ke wilayah hukum Polda Aceh guna mendukung penanganan pascabencana alam.

Pelepasan personel ditandai dengan Apel Pemberangkatan yang berlangsung di Lapangan Mako Sat Brimob Polda Kaltim, Jumat sore (26/12/25), dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., serta dihadiri Wakapolda Kaltim dan para Pejabat Utama Polda Kaltim.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa pengerahan personel Sat Brimob Polda Kaltim merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam misi kemanusiaan.

“Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri dalam mendukung penanganan dan rehabilitasi pascabencana banjir bandang di wilayah Aceh,” ujar Kapolda Kaltim.

Kapolda Kaltim menjelaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara telah menimbulkan dampak yang luas dan kompleks, baik terhadap keselamatan masyarakat, kerusakan infrastruktur, maupun aktivitas sosial dan ekonomi. Ia menekankan bahwa masyarakat terdampak masih sangat membutuhkan perhatian dan penanganan yang cepat serta berkelanjutan.

Selain tugas kemanusiaan, Kapolda Kaltim juga menekankan pentingnya peran personel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi penugasan.

“Kehadiran personil disana harus mampu memberikan rasa aman, ketenangan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis dan empati,” pesannya.

Irjen Pol Endar juga turut mengingatkan seluruh personel agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta disiplin dalam menerapkan SOP, mengingat potensi bencana susulan masih dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang belum stabil. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan personel harus menjadi prioritas utama selama pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa penugasan ini merupakan misi kemanusiaan yang mulia dan harus dilandasi semangat pengabdian Korps Brimob Polri.

“Saya mengucapkan selamat bertugas. Laksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan keikhlasan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Irjen Pol Endar.

Untuk Diketahui, Kompi penugasan dipimpin oleh AKP Elan Suherlan dan diberangkatkan menggunakan charter flight Mabes Polri Maskapai Lion Air JT 3302 melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada pukul 18.30 Wita menuju Bandara Kualanamu, Kab.Deli Serdang, Prov.Sumut sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh.

Dalam penugasan tersebut, personel Sat Brimob Polda Kaltim dibekali perlengkapan lengkap dan terintegrasi, meliputi peralatan SAR, medis, komunikasi dan elektronika, perlengkapan posko, peralatan lapangan, serta perlengkapan perorangan guna mendukung kelancaran operasi kemanusiaan dan pengamanan terbatas.

Humas Polda Kaltim