Beranda blog Halaman 43

Hadiri Sosialisasi KUHP Baru : Polri Tekankan Restorative Justice di Tingkat Kelurahan

0

BONTANG – Bhabinkamtibmas Kelurahan Bontang Lestari, Bripka Syamsiar Fadly menghadiri kegiatan Sosialisasi Pendampingan Hukum dan KUHP Baru di lingkungan Kelurahan Bontang Lestari Tahun 2026 pada Rabu tanggal 15 April 2026 pukul 14.00 Wita. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung BPU Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Sosialisasi dihadiri oleh Banit Reskrim Polres Bontang Aipda Suriadi, S.H. dan Brigpol Oscar P., S.H. selaku narasumber, Lurah Bontang Lestari, perwakilan ketua RT se-Kelurahan Bontang Lestari, tokoh masyarakat sekitar, serta mitra LKK kelurahan. Susunan acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Lurah Bontang Lestari, penyampaian materi oleh narasumber, sesi diskusi dan tanya jawab, serta ditutup dengan doa penutup.

Dalam penyampaian materi, Aipda Suriadi, S.H. dan Brigpol Oscar P., S.H. menjelaskan bahwa KUHP baru mengalami banyak perubahan terutama pada ancaman hukuman dan lebih mengedepankan penyelesaian melalui problem solving maupun restorative justice. Para peserta diajak memahami substansi perubahan tersebut agar dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bripka Syamsiar Fadly menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini bertujuan memastikan informasi hukum tersampaikan hingga tingkat RT. Ia berharap ketua RT dan tokoh masyarakat dapat meneruskan pemahaman KUHP baru kepada warga sehingga tercipta kesadaran hukum dan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kelurahan Bontang Lestari. Kegiatan berakhir pukul 16.00 Wita dalam keadaan aman dan tertib.

Humas Polres Bontang

Binrohtal rutin :warga binaan Polres Bontang Hadirkan Ustadz LDNU Sampaikan Materi Taubat dan Pengampunan Diri

0

BONTANG – Kegiatan rutin pembinaan rohani dan mental atau Binrohtal bagi tahanan di Rutan Polres Bontang kembali dilaksanakan pada Kamis tanggal 16 April 2026 pukul 09.00 Wita sampai selesai.

Binrohtal kali ini diisi oleh penceramah Ustadz Ubaidillah dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kota Bontang dengan membawakan materi ceramah bertema Taubat dan Pengampunan Diri. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap hari Kamis yang digelar Polres Bontang melalui kerja sama dengan Badan Dakwah LDNU Kota Bontang.

Kegiatan Binrohtal dimaksudkan sebagai motivasi untuk menambah iman dan takwa para tahanan selama menjalani proses hukum. Tujuannya agar para penghuni Rutan Polres Bontang semakin bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak mengulangi perbuatannya setelah selesai menjalani proses pidana.

Penanggung jawab kegiatan adalah Kasat Tahti Polres Bontang Iptu Samuri, S.H. Turut hadir dalam giat tersebut Banit Wattah Sat Tahti Polres Bontang Aiptu Tajang, Banit Barbuk Sat Tahti Polres Bontang Bripda Bayu, personel jaga tahanan Polres Bontang, serta para tahanan Rutan Polres Bontang. Kegiatan berlangsung khidmat, aman, dan kondusif.

Humas Polres Bontang

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

0

Jakarta – Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat penjualan phishing tools yang beroperasi lintas negara dan meraup keuntungan hingga Rp25 miliar. Dua tersangka berinisial GWL dan FYTP ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026).

Kasus ini terungkap dari patroli siber dan terdapat situs mencurigakan yang menjual script phishing. Penelusuran lebih lanjut mengarah pada platform w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi tools melalui bot Telegram.

Kadivhumas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa temuan tersebut menguatkan dugaan adanya praktik penjualan tools phishing yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan siber terhadap korban.

“Hasilnya, tools yang diperoleh terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ujarnya.

Tools ini bekerja dengan menyedot data saat korban memasukkan username dan password, bahkan mampu mengambil session login sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa perlu kode OTP.

Pengungkapan kasus ini juga melibatkan kerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengidentifikasi korban di Amerika Serikat sekaligus menelusuri jaringan pengguna tools tersebut.

Dalam perannya, GWL diketahui bertindak sebagai pembuat sekaligus pengelola tools dan sarana distribusi, sementara FYTP mengelola aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank. Modus transaksi pun beralih dari situs web ke Telegram dengan pembayaran berbasis kripto.

Dari hasil penyidikan, korban diketahui tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri, menegaskan bahwa kejahatan ini bersifat transnasional cybercrime.

Polisi turut mengamankan aset senilai sekitar Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan barang elektronik. Sementara dari penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan telah meraup keuntungan hingga Rp25 miliar.

Sementara itu, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir juga menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang digital.

“Ini menunjukkan kejahatan siber memiliki dampak luas dan lintas negara. Polri akan terus menindak tegas dan memperkuat kerja sama internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tegas terhadap pelaku juga menunjukkan bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan siber.

“Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital internasional,” pungkasnya.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk para pembeli dan pengguna phishing tools tersebut.

Polda Riau kembali bangun 83 jembatan merah putih presisi tahap II, 120 personel diberangkatkan

0

PEKANBARU – Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dengan menggelar Apel Pemberangkatan Satgas Darurat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Rabu (15/4/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Riau tersebut dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengky Haryadi, S.I.K., M.H. dan dihadiri oleh Irwasda Kombes Pol Prabowo Santoso, S.I.K., M.H. serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau.

Dalam arahannya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa keberadaan jembatan memiliki peran vital sebagai penghubung antarwilayah sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap potensi gangguan terhadap proyek strategis ini harus diantisipasi secara serius, profesional, dan terukur.

“Pembentukan Satgas ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Riau dalam mengawal pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pada tahap II ini, sebanyak 120 personel diterjunkan yang terdiri dari 70 personel Sat Brimob, 30 personel Polda Riau, serta 20 personel Dit Polairud Polda Riau. Seluruh personel akan bertugas secara terpadu dalam mengamankan proses pembangunan dan renovasi jembatan.

Adapun proyek Tahap II mencakup pembangunan dan renovasi sebanyak 83 jembatan yang akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai 15 April hingga 15 Mei 2026 dengan target 44 jembatan, sementara gelombang kedua berlangsung 16 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan 39 jembatan.

Wakapolda juga menekankan bahwa pola pembangunan bertahap menuntut pola pengamanan yang adaptif terhadap dinamika di lapangan. Personel diminta mampu mengantisipasi potensi kerawanan di setiap tahapan pekerjaan.

Selain itu, seluruh anggota Satgas diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga profesionalisme dan integritas, memperkuat koordinasi, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi tinggi. Tunjukkan bahwa Polda Riau hadir untuk menjamin keamanan dan mendukung pembangunan daerah,” pesannya.

Selama kegiatan apel berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Dengan diterjunkannya Satgas ini, diharapkan seluruh rangkaian pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II dapat berjalan lancar tanpa hambatan, serta memberikan manfaat nyata bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Riau.

Patroli di Sinak, Ops Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dan Rasa Aman Warga

0

Sinak – Kehadiran aparat keamanan yang mengedepankan pendekatan dialogis terus dirasakan masyarakat di Papua. Melalui patroli jalan kaki dan sambang warga, personel Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polsek Sinak membangun kedekatan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di Distrik Sinak, Senin (13/4/2026) sore.

Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri wilayah pemukiman, termasuk area yang selama ini memerlukan perhatian keamanan. Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui komunikasi yang hangat dan terbuka.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Warga pun dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.

Hasil patroli menunjukkan situasi yang aman dan terkendali. Respons masyarakat juga terlihat positif, seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kehadiran aparat yang hadir sebagai mitra dalam menjaga kedamaian lingkungan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan langkah terukur dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kehadiran personel di tengah masyarakat melalui patroli jalan kaki menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang harmonis.

“Kami terus mendorong pendekatan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom,” katanya.

Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat semakin kuat sebagai fondasi dalam menjaga Papua tetap aman, damai, dan penuh rasa saling percaya.

Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

0

Jakarta – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 resmi digelar hari ini, Selasa (14/4), di Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat peran fungsi kehumasan Polri dalam menghadapi dinamika informasi publik di era digital yang semakin kompleks.

Rakernis Humas Polri 2026 mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.”

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Humas Polri baik secara luring maupun daring, mulai dari tingkat Mabes hingga kewilayahan.

Dalam rangka memperkuat kapasitas kehumasan, Rakernis Humas Polri 2026 juga melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan materi oleh narasumber internal dan eksternal, hingga diskusi panel yang membahas isu strategis komunikasi publik.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya peran strategis Humas dalam menjaga stabilitas informasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Di era digital dan kecerdasan buatan, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kebenaran. Humas Polri harus menjadi yang terdepan dalam memastikan publik tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga menerima informasi yang benar,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Ia juga menegaskan bahwa Humas Polri memiliki peran penting sebagai ujung tombak komunikasi publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra positif institusi secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya potensi disinformasi di ruang digital.

Rakernis ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi kinerja, penyamaan persepsi, serta merumuskan strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, profesional, dan berbasis data. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas personel Humas Polri dalam pengelolaan media, baik konvensional maupun digital.

Melalui Rakernis Humas Polri 2026, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar jajaran Humas serta optimalisasi manajemen media dalam membentuk opini publik yang konstruktif, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.