Beranda blog Halaman 63

Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026

0

 

JAKARTA – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026), Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.

Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.

“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.

Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.

Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.

Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.

Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.

Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.

Kerja sama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.

Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional.

Polri dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri

0

 

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di wilayah Polda Metro Jaya.

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Pada pagi hari ini, Polri bersama Direktur Utama Bulog dan kementerian terkait melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” ujar Wakapolri kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pokok penting lainnya.

Menurutnya, program ini juga bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Perlu kami informasikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Artinya masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat. Kami menjamin bahwa ketersediaan pangan cukup dan stabilitas harga tetap terjaga sehingga semuanya dapat terjangkau oleh masyarakat,” lanjutnya.

Di wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan Pokdar Kamtibmas.

Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menyelenggarakan bakti kesehatan yang memberikan layanan kepada sekitar 3.000 masyarakat.

Wakapolri menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan menjelang Idul Fitri, namun akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Polri yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan kembali digelar tahun ini sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Idul Fitri.

Menurutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.

“Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat,” ujarnya.

Dirut Bulog juga memastikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.

“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ungkapnya.

Ia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.

Satlantas Polres Bontang Gelar Sosialisasi Mekanisme Penerbitan SIM untuk warga masyarakat

0

 

Bontang, Jumat (12/3/2026) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bontang menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Jalan Ahmad Yani RT 13, Kelurahan Bontang Selatan, pada Jumat, 12 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang jelas mengenai mekanisme penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara benar dan sesuai prosedur.

Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas Polres Bontang menyampaikan penjelasan tahapan pengurusan SIM, mulai dari persyaratan administrasi, proses pendaftaran, ujian teori dan praktik, hingga penerbitan SIM. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan dokumen, seperti KTP, surat keterangan kesehatan, serta hasil psikotes sebagai syarat wajib.

Petugas menekankan bahwa seluruh proses penerbitan SIM dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta mengimbau warga untuk tidak menggunakan jasa calo. “Kami ingin masyarakat memahami alur yang benar sehingga tidak ada kebingungan atau kesalahpahaman saat mengurus SIM. Semua prosedur sudah diatur dan dapat diikuti dengan mudah,” ujar salah satu personel Satlantas di lokasi kegiatan.

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Selain mendapatkan informasi langsung dari petugas, mereka juga berkesempatan mengajukan pertanyaan seputar pelayanan SIM, termasuk perpanjangan dan peningkatan golongan SIM.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Satlantas Polres Bontang untuk meningkatkan kesadaran tertib administrasi serta mendorong budaya keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Bontang.

Lebaran Diprediksi Berawan hingga Hujan Lebat, Kapolri Instruksikan Jajaran Antisipasi Bencana

0

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (12/3).

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan bahwa BMKG telah prediksi jika kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh anggota yang bertugas dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujarnya.

“Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada
tahap pra, saat dan pasca bencana,” imbuh Kapolri.

Lebih lanjut, Sigit menyebut puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

“Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Tidak ketinggalan, Kapolri juga menugaskan seluruh jajaran kepolisian untuk memetakan potensi gangguan kambtimas mulai dari premanisme, balap liar hingga perkelahian antar kelompok.

Sigit secara khusus juga memerintahkan agar patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan khususnya pada titik-titik dan jam rawan.

Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta untuk turun melakukan pendataan rumah yang kosong ditinggalkan pemudik. Serta menyediakan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi
masyarakat yang mudik.

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” tuturnya.

Ia mengingatkan agar seluruh anggota dapat bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

Menurutnya hal itu penting dilakukan lantaran momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momentum untuk mendorong perekonomian nasional. Dikarenakan mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutupnya.

Dukung Ketahan pangan : Polres Bontang laksanakan Zoom Gerakan Pangan Murah Polri di Polsek Bontang Utara

0

Bontang, Jumat (13/3/2026) — Jumat, 13 Maret 2026 pukul 10.00 Wita, Polsek Bontang Utara di Jl. MH. Thamrin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, menggelar monitoring Zoom Meeting Gerakan Pangan Murah Polri untuk masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Polsek Bontang Utara dan diikuti jajaran Polres Bontang bersama unsur terkait.

Hadir dalam kegiatan antara lain Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Cabang Bontang Vara Widho, Kabag Ren AKP Karno, Kabag Log AKP Diah Safitri, S.H., Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah Putranto, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Didik Sulistyo, S.H., Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi, S.H., M.A.P., Kasat Narkoba AKP Larto, S.H., Kasat Binmas AKP Abd. Khoiri, Kasat Tahti IPTU Samuri, Kapolsek Bontang Utara AKP Lukito, Kapolsek Bontang Selatan AKP M. Rakib Rais, IPTU Ismoyo, Kabid Ketahanan Pangan Debora Kristiani, S.P., Ka SPKT IPTU Wahyudi Bambang, serta KBO Sat Polair IPTU Putut Jantoko.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan doa. Zoom Meeting dipimpin oleh Wakapolri dengan cakupan nasional: diikuti 36 Polda dan 500 Polres pada 3.423 titik daring. Disampaikan fokus khusus di Polda Metro Jaya dengan 3.000 penerima manfaat (dari target 10.000), komoditas yang disalurkan meliputi beras 15 ton (Rp11.000/kg, maksimal 2 kantong/orang), gula 3 ton (Rp17.000/kg), minyak goreng 3.000 liter (Rp15.000/liter), dan tepung/komoditas lain 3.000 kg (Rp11.500/kg). Secara akumulasi nasional, penerima manfaat tercatat sekitar 295.000 orang dengan beras tersalur 1.337 ton (1.337.375 kg). Strategi ini ditegaskan krusial menjaga stabilitas harga pangan di tingkat akar rumput menjelang Lebaran.

Usai sesi nasional, dilaksanakan penyerahan simbolis bahan pangan murah, foto bersama, dan dialog dengan Polda jajaran. Pada pukul 11.30 Wita, kegiatan dinyatakan selesai dalam keadaan tertib dan lancar. Sesi dilanjutkan dengan Zoom Meeting pasar murah bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. yang menekankan peran Polri sebagai fasilitator dan motivator Industrial Farming dengan target peningkatan luasan lahan secara berkala (evaluasi dua minggu sekali), serta percepatan program SPPG (Makan Bergizi Gratis) melalui kemitraan dan penentuan lokasi yang ideal.

Di Polres Bontang, Gerakan Pangan Murah menghadirkan sejumlah komoditas dengan HET/harga sebagai berikut: Beras SPHP 5 kg Rp60.000 (total 800 karung/4 ton); paket Mandiri Group meliputi Beras 2 Jempol 5 kg Rp75.000, Minyak Goreng Saro 2 liter Rp38.000, Sarden Rp18.000, dan Teh Sariwangi Rp10.000 (3 kotak).

Humas Polres Bontang

Polwan Polres Bontang Gelar Bakti Sosial dan Berbagi di Panti Asuhan Al-Haq

0

Bontang – Dalam rangka kegiatan Polwan Polres Bontang Berbagi, jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Bontang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Haq yang berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim KM 03 RT 41, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, pada Jumat (13/3/2026) pukul 08.30 Wita.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pengurus Panti Asuhan Al-Haq menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang diberikan oleh Polwan Polres Bontang. Kehadiran jajaran kepolisian dinilai menjadi motivasi bagi para santri di panti asuhan. Saat ini, Panti Asuhan Al-Haq menampung sebanyak 21 santri yang masih aktif menempuh pendidikan.

Sementara itu, Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani, S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan para pengurus dan anak-anak panti asuhan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan.

Dalam arahannya, Wakapolres juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat belajar dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tetap berpegang pada nilai-nilai yang telah diajarkan oleh para ustadz.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan bakti sosial ini dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memberikan manfaat bagi para penghuni Panti Asuhan Al-Haq.
HUMAS POLRES BONTANG