Beranda blog Halaman 48

Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

0

Jakarta – Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.

Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.

Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.

“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.

Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.

Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.

“Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.

Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.

Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026

0

85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026

Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat baik yang mudik maupun tidak melaksanakan mudik mencapai 80,8 persen, dengan peningkatan signifikan pada kelompok pemudik.

“Ini menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya dalam paparan hasil survei, Selasa (7/4/2026).

Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen (umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen pada kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.

Hasil ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya, di mana tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.

Menanggapi hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” ujarnya.

Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan, petunjuk, dan arahan strategis, serta keterlibatan langsung di lapangan dalam memastikan pengamanan mudik berjalan optimal.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan Polri yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Satlantas Polres Bontang Sosialisasi Mekanisme Penerbitan SIM, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

0

Bontang – Satlantas Polres Bontang memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang mekanisme penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Kantor Polres Bontang pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur dan persyaratan yang diperlukan dalam penerbitan SIM.
Dalam sosialisasi tersebut, Satlantas Polres Bontang menjelaskan tentang jenis-jenis SIM, persyaratan yang diperlukan, serta proses penerbitan SIM yang baik dan benar. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa penerbitan SIM tidak hanya sekedar proses administratif, tetapi juga merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kasatlantas Polres Bontang.
Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang mekanisme penerbitan SIM. Satlantas Polres Bontang juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya SIM dan keselamatan berlalu lintas. Polres Bontang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di Kota Bontang. Situasi aman dan giat berjalan lancar.

Perkuat sinergi : Kapolres Bontang hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Bontang

0

Bontang – Bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bontang, Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, S.I.K, M.Si, hadiri kegiatan pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap pada Rabu, 8 April 2026 pukul 08.30 Wita.

Kegiatan ini dipimin langsung oleh kajari Bontang Bapak Beni Putra, S.H, M.H.dan dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Panitera Pengadilan Negeri Bontang, Kasat Reskrim Polres Bontang, Kepala BNN Kota Bontang, dan perwakilan Lapas Kelas II A Bontang. Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan menghilangkan barang bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, Beni Putra, S.H, M.H, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan akuntabilitas penanganan perkara dan keterbukaan informasi kepada publik. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pejabat dan tamu undangan.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu-sabu 274,4 gram, alat hisap 8 buah, timbangan digital 11 buah, alat komunikasi 21 unit, dan lain-lain. Pemusnahan barang bukti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Kota Bontang.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti dan foto bersama. Situasi aman dan giat berjalan lancar.

Humas Polres Bontang

Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

0

Jakarta — Dalam rangka mendukung implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada bidang ketahanan energi nasional dan tata kelola sumber daya yang berkeadilan, Polri menegaskan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas distribusi energi. Langkah ini mencakup pengamanan jalur distribusi BBM dan LPG sebagai upaya preventif untuk mencegah gangguan yang berpotensi memicu krisis energi.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri, Nunung Syaifuddin, menyampaikan bahwa dinamika global turut memengaruhi kondisi dalam negeri. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, kata dia, telah menyebabkan ketidakpastian dan berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

“Perkembangan global memberikan tekanan terhadap kondisi dalam negeri, khususnya terkait potensi kenaikan harga BBM industri. Sementara itu, pemerintah tetap menjaga harga BBM dan LPG subsidi guna melindungi masyarakat,” ujar Nunung.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut memicu disparitas harga yang cukup tinggi antara BBM subsidi dan non-subsidi, sehingga membuka celah terjadinya penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim Polri dan Polda jajaran sepanjang tahun 2025 hingga 2026, tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi telah mengakibatkan potensi kebocoran keuangan negara mencapai Rp1.266.160.963.200. Rinciannya, kerugian akibat penyalahgunaan BBM subsidi sebesar Rp516.812.530.200 dan LPG subsidi sebesar Rp749.294.400.000.

“Kepada para pelaku yang masih melakukan penyalahgunaan, kami mengimbau untuk segera menghentikan perbuatannya. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat luas. Apabila masih ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan penindakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Nunung.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya bersama Polda jajaran berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan.

“Sepanjang tahun 2025, Direktorat Tipiter Bareskrim Polri bersama Polda jajaran berhasil mengungkap 568 kasus tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di 568 tempat kejadian perkara, dengan jumlah tersangka sebanyak 583 orang yang tersebar di 33 provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa praktik penyalahgunaan terjadi secara masif, baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa,” jelas Irhamni.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bareskrim Polri akan terus memperkuat langkah strategis dalam penanganan kasus serupa ke depan.

“Kami akan meningkatkan intensitas penegakan hukum di seluruh jajaran, membuka partisipasi publik melalui kanal pengaduan dan hotline, serta menegaskan komitmen internal bahwa tidak ada toleransi terhadap anggota yang terlibat dalam praktik ilegal,” pungkasnya.

Dengan langkah tersebut, Polri berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku penyalahgunaan serta menjaga distribusi energi tetap tepat sasaran demi kepentingan masyarakat luas.

Satgas Ops Damai Cartenz Hadir di Tengah Tradisi Bakar Batu di Sugapa, Bangun Kebersamaan dengan Warga

0

Intan Jaya — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam pelaksanaan tradisi bakar batu di Gereja Antiokhia, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (6/4/2026). Di tengah prosesi adat tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga berbaur bersama masyarakat.

Sejak pagi, personel telah melaksanakan apel persiapan sebelum bergerak menuju lokasi. Setibanya di Gereja Antiokhia, mereka langsung menyesuaikan diri dengan suasana kegiatan, menyapa warga, dan memastikan prosesi adat berjalan dengan aman dan lancar.

Di sela tugas pengamanan, personel tampak berinteraksi dengan masyarakat yang hadir. Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz dalam suasana yang cair dan bersahabat menciptakan rasa nyaman, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga setempat.

Tradisi bakar batu yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Papua berlangsung dengan tertib hingga selesai pada sore hari. Warga mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan, sementara personel Satgas Operasi Damai Cartenz tetap siaga memastikan situasi tetap kondusif.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan telah dipersiapkan sejak awal, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kebersamaan.

“Pengamanan telah kami siapkan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman. Namun, kami juga mendorong personel untuk hadir secara humanis, berbaur, dan membangun kedekatan dengan masyarakat dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menambahkan bahwa momen seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antara personel Operasi Damai Cartenz dan masyarakat.

“Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz di tengah kegiatan masyarakat bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan. Tradisi seperti bakar batu adalah bagian dari budaya yang perlu dijaga bersama,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan adat, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga tercipta rasa saling percaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.